Selasa, 30 September 2014

IDENTITAS NASIONAL



A.   Pengertian Ideintitas Nasional
Setiap bangsa memiliki karakter dan identitasnya masing-masing. Apabila mendengar kata Barat, tergambar masyarakat yang individualis, rasional,   dan   berteknologi   maju.   Mendengar   kata   Jepang   tergambar masyarakat yang berteknologi tinggi namun tetap melaksanakan tradisi ketimurannya.  Bagaimana  dengan  Indonesia?  Orang  asing  yang datang  ke Indonesia  biasanya  akan terkesan dengan keramahan dan kekayaan budaya kita.
Indonesia  adalah  negara yang memiliki keunikan  di banding  negara yang lain.  Indonesia adalah negara yang memiliki pulau terbanyak di dunia, negara  tropis  yang  hanya  mengenal  musim  hujan dan panas,  negara  yang memiliki   suku,  tradisi  dan  bahasa   terbanyak   di  dunia.   Itulah  keadaan Indonesia yang bisa menjadi ciri khas yang membedakan dengan bangsa yang lain.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN



A.   PENDAHULUAN
Keberadaan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Mata Kuliah Pengembangan  Kepribadian  (MPK)  ditetapkan  melalui:  (1)  Kepmendiknas No.   232/U/2000,   tentang   Pedoman   Penyusunan   Kurikulum   Pendidikan Tinggi   dan   Penilaian   Hasil   Belajar   Mahasiswa,    menetapkan    bahwa Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan kelompok  Mata Kuliah Pengembangan  Kepribadian  yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi. (2) Kepmendiknas No.045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi menetapkan  bahwa  Pendidikan  Agama,  Pendidikan  Pancasila,  dan Pendidikan  Kewarganegaraan  merupakan  kelompok  Mata  Kuliah Pegembangan Kepribadian yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelmpok program studi. (3) Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 43/Dikti/Kep/2006 tentang rambu-rambu pelaksanaan pembelajaran kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi, menetapkan  status  dan  beban  studi kelompok  mata  kuliah  Pengembangan Kepribadian.

WASPADAI VIRUS MERAH JAMBU



 Rasa cinta merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa. Cinta adalah kebutuhan, tanpa cinta dunia tidak akan ada, karena cinta hidup akan bahagia, hidup tanpa cinta bagikan malam  tanpa bintang. Setuju?!!
             Cinta orang tua kepada anak – anaknya, cinta seorang  suami kepada istrinya, cinta seorang petani terhadap kebunnya, dan masih banyak lagi contoh yang lainnya. Dengan cinta, bikin hidup lebih hidup. Cinta mebuat hidup lebih bermakna.
              Dari ABG (anak baru gede) sampai ABG (angkatan babeh gue) tidak akan pernah ketinggalan dengan permasalahan cinta. Coba kita lihat sederetan acara televisi, setiap hari pasti ada acara yang bertema cinta. Di Koran, buletin, dan majalah – majalah remaja yang sangat banyak jenisnya. Aneka yess! Adalah salah satu majalah yang bertema ABG, sebagian isinya memuat cerpen – cerpen yang semuanya masalah cinta.
             Oke, sekarang kita membahas cinta yang sedang menjamur dikalangan remaja. Biasanya virus merah jambu mulai menyerang remaja yang sudah duduk di bangku SMP (walaupun ada sebagian di bangku SD). Karena masa inilah seorang makhluk yang diberi Allah rasa cinta mulai dewasa (tertarik pada lawan jenis). Rasa suka terhadap lawan jenis akan timbul. Seorang remaja yang sedang asyik – asyiknya menikmati hidup, akan mulai melirik kesana kemari, mencari yang pas buat diajak ngobrol masalah ini dan itu.
Biasanya cowok lebih sering ngungkapin hatinya daripada cewek. Sebenarnya, cewek juga ingin ngungkapkan lebih dahulu, tapi malu–malu, lain dengan cowok yang terkesan tak sabaran ( benar kan? ).
              Masa – masa yang paling indah katanya masa di sekolah, (apanya yang indah? ) masa tahabbab ya?. Mungkin kawan - kawan kita yang baru merasakan cinta yang semu ini ketika menjadi mahasiswa, akan memprotes ungkapan diatas. Mungkin lebih baik kita sebutkan saja masa – masa paling indah itu dari SMP sampai mahasiswa, bahkan lebih sampai menjelang menikah (sebenarnya hanya keindahan semu). Coba dech kita tanya orang yang telah menikah, mereka pasti mengatakan masa yang paling indah itu setelah menikah ( ya, iyalah). Coba bayangkan kalau sudah menikah (kebayangkan?), sama – sama makan ( walaupun hanya sambal " tuktuk") akan terasa enak, masak sama – sama, nonton berdua, ke kebun berdua, kalau tidur sudah pasti berdua. Makanya, yang belum nikah buruan dech, apa gak takut kehabisan tiket mendapatkan cinta yang hakiki?.
              Kembali ke permasalahan inti, masih terbayang gak waktu kita sama –sama di bawah pohon sawit? Atau duduk berdua ditempat yang remang- remang ?, bagaimana kalau seandainya kita tertangkap basah oleh masyarakat, Gak malu???. Sedikit banyak pasti ada rasa was - was dihati.. Tapi masih ada yang seharusnya lebih kita cemaskan. Kawan! Allah Maha Tahu, Maha Melihat atas semua perbuatan hamba-Nya.
               Kita sering melihat ataupun mendengar acara, baik di TV maupun di radio yang membahas prokontra jalan berdua illegal (pacaran). Yang pro akan memberikan argumen – argumennya, demikian juga yang kontra. Kalau sohib pilih pro atau kontra? ( tu kan, masih banyakan yang milih pro ).
              Mencintai lawan jenis merupakan fitrah yang dimiliki manusia. Masih ingat kan  nabi Adam As ?, kenikmatan surga yang diperolehnya belum sempurna, lalu apa yang diminta nabi Adam kepada Allah? Siti Hawa. Rasullah sendiri sangat membenci orang yang yang dengan sengaja menjauhi wanita (tidak mau menikah ). Ingat!!! orang yang normal pasti memiliki rasa suka ( cinta ) terhadap lawan jenis, kalau ada diantara kita yang tidak suka, pantas dicurigai.
Berbagai macam alasan yang dilontarkan yang pro dengan jalan berdua illegal. Ada yang mengatakan dengan pacaran belajar lebih rajin, ada yang memperhatikan, ada tempat curhat, malu dibilang jomblo dan masih banyak lagi alasan mereka yang berusaha melegalkan pacaran. Benar gak sich alasan yang di paparkan mereka?
Kita lihat lagi alasan – alasan mereka yang kontra dengan hubungan bilateral yang terlarang ini. Belajar kita pasti terganggu, waktu asyik – asyik belajar kimia, tiba –tiba, bayang – bayang wajah sang kekasih muncul, jadi keruh dech H2O-nya. mengganggu kan?. Pacaran itu membuat kantong kosong, Coba dech ingat – ingat kembali sudah berapa banyak pulus yang habis buat memberi hadiah kepada beliau, coba kalau buat infaq, dapat pahala kan?. Pacaran tambah masalah. Cemburu kan kalau gebetan kita ngobrol atau jalan berdua dengan orang lain?. Itu sebagian alasan orang yang kontra dengan hubungan bilateral yang illegal antara romeo dan Juliet.
Jadi, hati – hati! Jangan sampai berani mendekati zona merah jambu ini, apalagi melakukannya, bahaya banget akhi/ukhti. Mereka bilang pacaran wahana mencari pasangan hidup yang ideal ( yakin?). Fokuskan kembali ingatan kita, bukankah pacaran itu penuh dengan kemunafikan?. Siapa sich yang mau tampil  karuan alias kacau balau ketika acara malam minggu?, pasti dia berhias dulu, pergi ke salon misalnya. Apakah ini bukan kepalsuan belaka?. Yang kelihatan hanya luarnya saja ( bohongan ), yang dalamnya (hatinya )  siapa yang tahu???
Jadi, gimana caranya menghindari hubungan bilateral terlarang itu sohib?, Pertama, yang jelas ingat kembali sisi negative pacaran ( sisi positifnya hanya semu). Kedua, Ingat Allah setiap muncul virus merah jambu tersebut. Ketiga, rajin puasa ( senin kamis ), ini senjata ampuh buat kita – kita yang belum nikah. Keempat, bergaul dengan orang yang benar (shaleh). Kelima, rajin membaca Al Qur'an. Keenam, sibukkan diri dengan belajar. Itu beberapa jurus ampuh untuk menahan virus merah jambu, kalau belum berhasil juga, nikah aja friends. Selamat memilih….pro atau kontra???