PERTARUNGAN DI ERA DIGITAL

       Gaya hidupmu di masa sekarang tentunya sangat berbeda sekali dengan masa sebelumnya, begitu juga dengan gaya hidup di masa mendatang?? Hasil penemuan teknologi canggih dan hasil-hasil riset aneh telah mengubah gaya hidup manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satunya dalam dunia pendidikan, mahasiswa tidak lagi mengandalkan dosen, melainkan ketersediaan wifi di kampus lah yang menjadi hal yang terpenting. 
       Oleh karena itu, setiap sekolah/ kampus harus menyiapkan bandwidth internet yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mahasiswanya. Revolusi pembelajaran sudah dimulai sob, seorang dosen tidak lagi selalu lebih pintar dari mahasiswanya, karna dosen hanyalah fasilitator dan bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, Jadi, setiap individu yang tidak siap dengan kemajuan teknologi / alias masih Gaptek bersiaplah digusur oleh pengaruh Globalisasi, sebab Globalisasi itu menguntungkan pekerja profesional dan berdampak buruk kepada pekerja yang tkurang terampil. 
      Salman Khan selaku pendiri Khan Academy mengatakan: Pembelajaran lewat ruang kelas sudah ketinggalan zaman, sistem perkuliahan dalam kelas hanyalah untuk proses pembelajaran 100 tahun yang lalu. Pertanyaannya sekarang adalah Apakah saudara sudah siap menjadi masyarakat dunia dalam era global ini ??? Apakah di era globalisasi ini kita akan mendapatkan kemudahan atau malah kegawatan???

NEGARA HUKUM DAN HAK AZASI MANUSIA



A.  Pengertian dan Ciri Negara  Hukum
1. Pengertian Negara Hukum
Negara   dalam   pandangan   teori   klasik   diartikan   sebagai   suatu masyarakat  yang  sempurna  (a  perfect  society).  Negara  pada  hakikatnya adalah  suatu  masyarakat  sempurna  yang  para  anggotanya  mentaati  aturan yang sudah berlaku. Suatu masyarakat dikatakan sempurna jika memiliki sejumlah  kelengkapan  yakni  internal  dan  eksternal.   Kelengkapan  secara internal,   yaitu   adanya   penghargaan   nilai-nilai   kemanusiaan   di   dalam kehidupan  masyarakat  itu. Saling  menghargai  hak sesama  anggota masyarakat. Kelengkapan secara eksternal, jika keberadaan suatu masyarakat dapat  memahami  dirinya  sebagai  bagian  dari  organisasi  masyarakat  yang lebih luas. Dalam konteks ini pengertian  negara  seperti halnya masyarakat yang memiliki kedua kelengkapan  internal dan eksternal,  there  exists only one perfect society in the natural order,  namely   the state (Henry J. Koren (1995:24).

DEMOKRASI INDONESIA (Bagian III)



D.   PENDIDIKAN DEMOKRASI
Pada bagian awal telah dikemukakan bahwa demokrasi bukan sekedar bentuk pemerintahan  maupun sistem politik. Demokrasi adalah sikap hidup yang  harus  tumbuh  dan  berkembang  dalam  diri  warga  negara,  baik  yang sedang memerintah (penyelenggaran negara) maupun yang tidak sedang memerintah (warga negara biasa). Sikap hidup demokrasi ini pada gilirannya akan menghasilkan  budaya demokrasi.  Sikap  hidup  dan budaya demokrasi diperlukan guna mendukung bentuk pemerintahan maupun sistem politik demokrasi.   Negara   demokrasi   tanpa   adanya   sikap   hidup   dan   budaya demokrasi hanya akan menghasilkan kekacauan dan anarki. Demokrasi paling tidak  mencakup   dua  hal,  yaitu  struktur  dan  kultur  (Zamroni,   2011:5). Sekiranya  diibaratkan  rumah,   rumah demokrasi  membutuhkan  dua  hal, yaitu struktur demokrasi dan kultur demokrasi.

DEMOKRASI INDONESIA (Bagian II)

B.  PRINSIP-PRINSIP DAN INDIKATOR DEMOKRASI
1. Prinsip-prisip Demokrasi
Prinsip-prinsip  demokrasi  telah  banyak  dikemukakan  oleh  para ahli. Jika kita mengungkap kembali prinsip demokrasi sebagaimana dinyatakan  Sukarna  (1981)  di  atas,  menunjuk  pada  prinsip  demokrasi sebagai suatu sistem politik. Contoh lain, misalnya Robert Dahl (Zamroni, 2011: 15) yang menyatakan terdapat dua dimensi utama demokrasi, yakni:

DEMOKRASI INDONESIA (Bagian I)



Dewasa   ini,   demokrasi   dianggap   sebagai   suatu   sistem  politik   yang diyakini  oleh  banyak  masyarakat  dunia  sebagai  yang  terbaik  untuk  mencapai tujuan bernegara. Kecenderungan ini menguat terutama sesudah Perang Dunia II. Menurut penelitian UNESCO tahun 1949 disimpulkan bahwa “… untuk pertama kali  dalam  sejarah,  demokrasi  dinyatakan  sebagai  nama  yang  paling  baik  dan wajar   untuk   semua   organisasi   politik   dan   sosial  yang  diperjuangkan   oleh pendukung-pendukung yang berpengaruh (Mirriam Budiardjo, 2008: 105). Demokrasi  telah  menggantikan  beberapa  sistem  politik  non  demokrasi  yang dianggap  gagal pada  saat  itu,  seperti:  totalitarian,  otoritarian,  monarki  absolut, rezim militer dan kediktatoran.

Pelaksanaan Hak Dan Kewajiban Negara dan Warga Negara di Negara Pancasila


Dalam  pelaksaannya   hak  asasi  manusia  di  Indonesia   mengalami pasang surut. Wacana  hak asasi manusia  terus berkembang  seiring dengan berkembangnya pelanggaran-pelanggaran HAM yang semakin meningkat intensitas maupun ragamnya. Pelanggaran itu dilakukan oleh negara maupun warga negara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

HUBUNGAN NEGARA DAN WARGANEGARA



Pembicaraan  hubungan negara dan warga negara sebenarnya  merupakan pembicaraan  yang amat  tua.  Thomas  Hobbes,  tokoh  yang  mencetuskan  istilah terkenal Homo homini lupus (manusia pemangsa sesamanya), mengatakan bahwa fungsi negara adalah menertibkan kekacauan atau chaos dalam masyarakat. Walaupun negara adalah bentukan masyarakat, namun kedudukan negara adalah penyelenggara ketertiban dalam masyarakat agar tidak terjadi konflik, pencurian dan lain-lain. (Wibowo, 2000: 8).