Minggu, 21 September 2014

PEMAHAMAN TENTANG MAKNA NILAI-NILAI PANCASILA



1. Pengertian Pancasila
Secara Etimologis
            Pancasila berasal dari bahasa sansekerta dari India (bahasa kasta brahmana). Menurut Muh. Yamin, pancasila memiliki dua macam artileksikal, yaitu: Panca: lima, “sila”: dasar, berarti lima dasar.
Secara Historis
            Secara terminologi historis, proses perumusan pancasila adalah sebagai berikut:
v  Pidato Muh. Yamin dalam sidang BPUPKI I pada tangal 29 Mei 1945, yang berisikan asa lima dasar negara Indonesia merdeka.
v  Pidati Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 dihadapan sidang penyelidik
v  Hasil rumusan sembilan tokoh nasional yang dikenal dengan “Piagam Jakarta” pada tanggal 22 Juli 1945
Secara Terminologi
v  Hasil rumusan oleh konstitusi RIS pada tanggal 29 Desember – 17 Agustus 1950
v  Hasil rumusan UUD 1950
v  Rumusan pancasila dikalangan masyarakat

2. Nilai-Nilai Pancasila
            Secara kualitas, nilai-nilai pancasila adalah bersifat objektif dan bersifat subjektif. Artinya, esensi nilai-nilai pancasila adalah bersifat universal yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.
            Nilai-nilai pancasila yang objektif dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Rumusan dari sila-sila pancasila itu sendiri sebenarnya hakikat maknanya yang terdalam menunjukkan adanya sifat-sifat yang umum universal dan abstrak karena merupakan suatu nilai.
  2. Inti nilai-nilai pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam adat, kebiasaan, kebudayaan, kenegaraan, maupun dalam kehidupan kenegaraan
  3. Pancasila yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 tidak dapat diubah secara hukum sehingga terlekat pada kelangsungan hidup negara. Sebagaimana terkandung dalam Tap MPRS no. XX/MPRS/1966.
Nilai-nilai subjektif pancasila dapat diartikan bahwa keberadaan nilai pancasila itu melekat pada bangsa Indonesia itu sendiri, pengertian dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Nilai-nilai pancasila timbul dari bangsa Indonesia sehingga bangsa Indonesia sebagai kuasa materialis
  2. Nilai-nilai pancasila merupakan filsafat bangsa Indonesia sehingga merupakan jati diri bangsa
  3. Nilai-nilai pancasila didalamnya terkandung ketujuh nilai-nilai kerohanian, yang manifestasinya sesuai dengan budi nurani bangsa Indonesia karena bersumber dari keperibadian bangsa
 Pancasila Sebagai Sumber Nilai
            Pancasila dalam sumber nilai, maksudnya pancasila merupakan acuan utama bagi pembentukan hukum nasional, kegiatan penyelenggaraan negara, partisipasi warga negara dan pergaulan antarwarga negarda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain, nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila menjiwai seluruh kegiatan berbangsa dan bernegara.
 a. Nilai Dasar
            Nilai-nilai dasar tersebut meliputi isi pancasila, karena merupakan nilai dasar, nilai-nilai ini bersifat abstrak dan umum. Itu bisa terjadi karena nilai-nilai dasar itu bisa terus-menerus digali dan ditafsirkan ulang makna dan implikasinya.
b. Nilai Instrumental dan Nilai Praktis
            Nilai instrumenal merupakan penjabaran dari nilai dasar nilai ini terikat oleh perubahan waktu, keadaan atau tempat.
            Nilai praktis merupakan penjelasan nilai instrumental dalam situasi konkrit pada tempat tertentu dan situasi tertentu. Sifatnya amat dinamis. Nilai proses ini terkandung dalam kenyataannya sehari-hari yaitu cara bagaimana kita melaksanakan pancasila dalam praktik hidup sehari-hari.

3. Uraian Sila Demi Sila
            Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila adalah sebagai berikut:
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
            Dalam sila ini terkandung nilai bahwa negara yang didirikan adalah pengejewantanan tujuan manusia sebagai makhkuk Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara bahkan moral negara, hukum dan peraturan perundang-undangannegara, kebebasan dan hak azasi warga negara harus dijiwai nilai-nilai ketuhanan Yang Maha Esa.
Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
            Dalam sila ini terkandung nilai-nilai bahwa negara harus menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkahlaku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani bangsa Indonesia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan pada umumnya baik terhadap diri sendiri, terhadap manusia maupun terhadap lingkungannya.Nilai kemanusiaan yang beradab adalah perwujudan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang berbudaya dan bermoral agama.
Sila Persatuan Indonesia
            Nilai yang terkandung dalam nilai ini adalah bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Negara merupakan suatu persekutuan yang membentuk negara yang berupa suku, ras, kelompok, golongan maupun kelompok agama. Semua perbedaan itu dilukiskan dalam suatu semboyan yaitu “Bhineka Tunggal Ika”
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat  Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan
            Nilai yanng tekandung dalam sila ini adalah bahwa negara sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Rakyat adalah merupakan subjek pendukung pokok negara. Negara adalah dari oleh rakyat. Oleh karena itu, rakyat adalah asal mula kekuasaan negara, sehingga dalam nilai kerakyatan terkandung nilai demokrasi, yang terkandung dalam sila kedua adalah:
  1. Adanya kebebasan yang harus disertai dengan tanggungjawab
  2. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia
  3. Menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup bersama
  4. Mengakui perbedaan individu, kelompo, ras, suku, agama
  5. Mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap individu
  6. Mengarahkan suatu perbedaan dalam suatu kerjasama kemanusiaan yang beradab
  7. Menjungjung tinggi azas musyawarah sebagai nilai kemanusiaan yang beradab
  8. Mewujudkan dan mendasarkan sesuatu keadilan dalam kehidupan sosial agar terciptanya tujuan bersama
 Keadilan sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
            Nilai yang terkandung dalam sila ini adalah tujuan negara sebagai tujuan dalam hidup bersama, dan dalam sila ini terkandung nilai keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama. Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakekat keadilan kemanusiaan konsekwensinya nilai-nilai keadilan yang harus terwujud dalam hidup bersama, meliputi:
  1. Keadilan distributif artinya suatu hubungan antar negara terhadap warganya
  2. Keadilan legal, yaitu suatu hubungan keadilan antara warga negara terhadap negara
  3. Keadilan komutatif, artinya suatu hubungan keadilan antarawarga satu dengan lainnya secara timbal bailk.