Minggu, 28 September 2014

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN POWER POINT DAN CAMTASIA STUDIO


A.    Pendahuluan
Pada dasarnya, proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana pendidik dan peserta didik bertukar pikiran untuk menyampaikan pesan, mengembangkan ide dan pengertian yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Dalam konteks berkomunikasi tentunya sering timbul dan terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan efesien, antara lain disebabkan oleh ketidaksiapan peserta didik atau pendidik, kurangnya minat dan semangat siswa dan sebagainya.

Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan demikian adalah penggunaan media secara terintegrasi dalam proses belajar mengajar, karena fungsi media dalam proses pembelajaran telah terbukti memiliki berbagai keunggulan untuk menuntaskan berbagai masalah-masalah proses pembelajaran, seperti: rendahnya minat siswa, tingginya tingkat kesulitan materi, dan lain sebagainya.
Karakteristik media pembelajaran yang ideal setidaknya memiliki tiga karakteristik berikut: 1) media dapat berkomunikasi langsung dengan peserta didik, 2) media memiliki suara pemandu, musik dan tampilan visual yang relevan dengan materi dan kesukaan peserta didik, 3) media tersebut dapat digunakan peserta didik secara berulang-ulang di berbagai tempat yang mudah dijangkaunya.
Disamping itu, dengan penggunaan media pembelajaran ini, peran guru atau orang tua dalam proses pembelajaran adalah berfungsi sebagai pembimbing, penuntun dan pencipta lingkungan yang baik bagi proses belajar anak. Hal tersebut relevan dengan pandangan rekonstruktivisme yang mengatakan bahwa guru adalah pembimbing dan harus pencipta iklim yang baik bagi proses belajar peserta didiknya, sementara peserta didiknya harus diberikan kesempatan belaar yang seluas-luasnya.

B.     Pengertian Media Pembelajaran
Kata media merupakan bentuk jamak dari “medium”, ia berasal dari bahasa Latin; medius, yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media disebut dengan; wasail ( وَسَائِلٌ ), artinya adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang”. Dengan beberapa pengertian tersebut, media secara bahasa berarti sesuatu yang mengantar, meneruskan dan menyajikan informasi (pesan) dari sumber (pemberi pesan) kepada penerima pesan.[1]
Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Guru (Association for Education and Communication technology/ AECT) mendefinisikan   media sebagai   benda   yang   dapat   dimanipulasikan,   dilihat, didengar,  dibaca atau dibicarakan  beserta instrument  yang dipergunakan  dengan baik dalam kegiatan  belajar mengajar,  dapat mempengaruhi  efektifitas  program instruksional.[2]
Berdasarkan pengertian tersebut, pengertian media pembelajaran dapat disimpulkan sebagai alat-alat atau bahan yang berfungsi mengoptimalkan komunikasi pembelajaran, baik dengan cara merangsang alat indra siswa, pikirannya, perasaannya, dan minat belajarnya.

C.    Keunggulan dan Keterbatasan Media Pembelajaran
Adapun keunggulan dari multimedia interaktif menggunakan program powerpoint dan Camtasia adalah terletak pada kontennya yang memadu antara pendekatan verbal visual dan audio visual. Berbagai hasil penelitian disebutkan bahwa penggunaan media pembelajaran multimedia telah unggul dalam  4 hal berikut:
1.      Mempermudah materi yang sulit dipahami peserta didik.
2.      Meningkatkan perhatian, minat dan motivasi peserta didik.
3.      Memperkuat daya ingat peserta didik terhadap materi pelajaran.
4.      Menghemat alokasi waktu yang dibutuhkan.
5.      Fisik medianya awet dan dapat digunakan berulang kali.[3]
Sementara secara umum, Rayandra Ashar mengemukakan sepuluh keunggulan media power point sebagai berikut.
1.      Memperluas cakrawala sajian materi pembelajaran yang diberikan di kelas sehingga peserta didik memiliki banyak pilihan cara belajar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing peserta didik.
2.      Peserta didik akan memperoleh pengalaman yang beragam selama proses pembelajaran yang sangat berguna bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tugas dan tanggung jawab yang beragam macam.
3.      Memberikan pengalaman belajar yang konkret dan langsung kepada peserta didik.
4.      Menyajikan sesuatu yang sulit diadakan, dikunjungi atau dilihat oleh peserta didik, baik karena ukurannya yang terlalu besar atau terlalu kecil.
5.      Memberikan informasi yang akurat dan terbaru, misalnya penggunaan buku teks, majalah, dan orang sebagai sumber informasi.
6.      Menambah kemenarikan tampilan materi sehingga meningkatkan motivasi dan minat serta mengambil perhatian peserta didik untuk focus mengikuti materi yang disajikan, sehingga diharapkan efektifitas belajar akan meningkat pula.
7.      Merangsang peserta didik untuk berpikir kritis, menggunakan kemampuan imajinasinya, bersikap dan berkembang lebih lanjut, sehingga melahirkan kreativitas dan karya-karya inovatif.
8.      Dapat meningkatkan efisiensi proses pembelajaran, karena dengan menggunakan media dapat menjangkau peserta didik ditempat yang berda-beda, dan didalam ruang lingkup yang terbatas pada waktu yang tertentu.
9.      Dengan media pembelajaran durasi waktu proses pembelajaran bisa dipersingkat.
10.  Media pembelajaran dapat memecahkan masalah pendidikan.[4]

Beberapa keunggulan di atas tentunya adalah menjadi beberapa point penting yang harus diperhatikan untuk mengefektifkan proses pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Sementara keterbatasan media pembelajaran berbantuan program computer adalah: 1) proses pembuatan media pembelajaran ini membutuhkan alokasi waktu yang tidak singkat, 2) pembuatannya harus didukung oleh perangkat komputer yang memadai, 3) guru harus terampil dalam mengoperasikan komputer dan mendesain media pembelajaran di dalam slide power point, dan 4) penggunaannya terikat pada kesediaan energi listrik.

D.    Prosedur Pembuatan CD Tuturial Menggunakan Powerpoint dan Camtasia Studio
Camtasia adalah software (perangkat lunak) yang dikembangkan oleh TechSmith Coorporation. Camtasia ini sendiri digunakan untuk merekam semua aktifitas yang ada pada desktop/ layar computer beserta suara yang ditangkap oleh komputer dan video yang ditangkap oleh webcam saat proses perekaman. Tujuan dari penggunaan software Camtasia dalam proses pembelajaran adalah untuk membuat sebuah video tutorial yang menjelaskan sebuah materi pelajaran secara dinamis. Adapun prosedur pembuatan CD Ttutorialnya adalah sebagai berikut.
1.      Guru Mendesain Media Pembelajaran Menggunakan Powerpoint
Adapun langkah-langkah mendesain media pembelajaran mengguna-kan powerpoint adalah sebagai berikut.
a.      Mendesain Flowchart
Flow chart adalah penggambaran menyeluruh mengenai alur program, yang dibuat dengan symbol-simbol tertentu sehingga alur program mulai dari start program sampai finish dapat tergambarkan secara utuh.
b.      Menulis Story Board
Story board pada dasarnya merupakan pengembangan dari flow chart, dan story board tersebut merupakan penjelasan tertulis yang lebih lengkap dari setiap alur yang terdapat pada flow chart.
c.       Membuat Produk Media Pembelajaran menggunakan Powerpoint
Adapun prosedur pembuatan media pembelajaran menggunakan powerpoint terbagi dua, yaitu pembuatan templae atau desain media dan pengisian materi media. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1)      Pembuatan Templae/ Desain Media Powerpoint
a)      Buka program Microsoft PowerPoint 2007 hingga muncul sebagai berikut:
b)      Klik menu Insert kemudian klik Shapes, pilih Rectangles.

c)      Letakkan kursor pada bagian atas slide presentasi, tariklah dari pojok kiri atas sampai dengan pojok kanan bawah sehingga diperoleh hasil seperti berikut.
           

d)     Jika ingin mengganti warna, klik dua kali pada kotak yang baru saja dibuat, pilih gambar di atas teks Shapes Styles.
e)      Pilih warna sesuai keinginan Anda. Misalnya dipilih warna ungu.


f)       Klik menu Insert kemudian klik Shapes, pilih Oval.


g)      Letakkan kursor di kanan bawah, tekan dan tahan sehingga diperoleh tampilan seperti berikut.
h)      Untuk mengganti warna, klik dua kali pada bentuk elips, lalu pilih gambar di atas teks Shapes Styles. Pilih warna sesuai keinginan Anda. Misalkan dipilih warna oranye.

i)        Klik menu Insert kemudian klik Shapes, pilih Rounded Rectangles.
j)        Letakkan pada bagian atas slide presentasi. Buatlah ukuran kotaknya proporsional, artinya menyesuaikan dengan lebar slide presentasi. Pada bagian ini Anda juga dapat mengganti warna sesuai dengan keinginan.
k)      Tekan Ctrl+D (Duplicate) untuk menggandakan kotak menu sebanyak 4 kali. Aturlah dengan mouse (geser kanan/kiri/atas/bawah) sehingga diperoleh tampilan seperti berikut.
l)        Klik menu Insert kemudian klik Shapes, pilih Action Buttons: Home.

m)    Letakkan di kanan atas slide presentasi. Pilih Hyperlink to: First Slide. Klik OK jika sudah selesai.

n)      Gantilah warna menjadi hijau.

o)      Klik menu Insert kemudian klik Shapes, pilih Equation Shapes: Multiply. Letakkan di pojok kanan atas. Gantilah warnanya menjadi merah.


Sehingga menjadi


p)      Selanjutnya kita akan menambahkan navigasi slide presentasi. Klik menu Insert kemudian klik Shapes, pilih Block Arrows: Left Arrows untuk arah kiri dan Block Arrows: Right Arrows untuk arah kanan. Letakkan di pojok kanan bawah. Gantilah warnanya sesuai keinginan Anda.
Sehingga menjadi

q)      Klik kanan pada kotak menu, PILIH Edit Text, isikan dengan teks Home.


r)       Dengan cara yang sama isikan untuk kotak menu yang lain, SK/KD, MATERI, EVALUASI dan DAFTAR PUSTAKA, sehingga diperoleh tampilan berikut. Pada langkah ini Anda dapat mengatur ukuran dan warna teks.
s)       Klik menu Insert, pilih Text Box.

t)       Tambahkan teks yang dibuat di luar slide presentasi, kemudian letakkan/geser pada bagian atas slide presentasi. Teks yang ditambahkan dapat berupa:
SMP NEGERI 8 PADANGSIDIMPUAN
Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

u)      Sampai langkah ini template presentasi Anda sudah lengkap, kemudian template tersebut akan dipindahkan ke Slide Master.
v)      Tekan Ctrl+A untuk menyeleksi semua objek pada slide presentasi kemudian tekan Ctrl+X,

w)    Buka menu View, pilih Slide Master, pilih slide yang paling atas setelah itu Ctrl+V.
x)      Kembalikan ke Normal View, caranya klik menu View Normal.
y)      Sampai dengan langkah ini Slide Master sudah berhasil dibuat, dan setiap kali New
z)      Slide kita  akan memperoleh template presentasi yang sudah dibuat.

2)      Pengisian Konten/Materi Pelajaran
Berikut ini langkah-langkah pembuatan konten/materi pelajaran pada media pembelajaran powerpoint.
a)      Klik Insert, pilih Text Box, tambahkan teks di bagian tengah presentasi. Pada halaman pertama slide pertama, ditambahkan informasi, judul media pembelajaran,
semester, kelas dan penyusun media pembelajaran. Atur sesuai keinginan Anda (rata kiri/kanan/tengah).
b)      Untuk menambahkan gambar, klik Insert, pilih Picture dan arahkan ke tempat Anda meletakkan file-file gambar.
c)      Klik kanan pada Slides, plih New Slide.

d)     Tambahkan teks untuk SK/KD. Sesuaikan dengan Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar Anda. Gunakan menu Insert, kemudian pilih Text Box.
e)      Untuk mengatur jenis dan ukuran teks gunakan menu Home pilih pada bagian jenis huruf dan ukuran huruf.
f)       Tambahkan slide untuk slide MATERI.

g)      Isikan materi pelajaran sesuai dengan data Anda. Untuk mengisi materi pelajaran gunakan tab menu Insert, kemudian pilih Text Box.
h)      Tambahkan slide jika Anda menginginkan slide masih kurang. Ulangi langkah ini sampai semua materi pelajaran Anda dapat dimuat di slide presentasi.
i)        Jangan lupa untuk selalu menyimpan file Anda.

3)      Penambahan Animasi Teks dan gambar
Animasi dalam PowerPoint penting untuk menarik perhatian audiens dan membuat presentasi lebih interaktif, tidak membosankan dan lebih menyenangkan. Namun demikian, penggunaan animasi yang berlebihan justru akan mengaburkan isi presentasi. Gunakan animasi teks dan gambar seperlunya saja. Dalam PowerPoint terdapat 2 jenis animasi utama yang dapat digunakan, yaitu:
ü  Animasi slide transition (perpindahan antarslide)
ü  Custom Animation (untuk animasi teks dan gambar)
Custom Animation terdiri dari 4 jenis animasi, yaitu:
ü  Entrance (cocok untuk teks/gambar yang akan masuk ke slide presentasi)
ü  Emphasis (animasi perubahan warna)
ü  Exit (cocok untuk teks/gambar yang akan keluar dari slide presentasi)
ü  Motion Path (animasi yang mengikuti arah jalur)
Cara membuat animasi teks pada slide presentasi PowerPoint adalah sebagai berikut.
a.       Klik kembali slide 1 yang berisi informasi media pembelajaran. Klik dua kali pada teks yang ingin ditambahkan efek dan animasi teks.
b.      Perhatikan kanan atas pada menu Format.
c.       Pilih WordArt Styles sesuai dengan keinginan Anda.
d.      Ketik teks yang ingin diberikan animasi à Seleksi teks yang ingin diberikan animasi. à Pilih jenis animasi yang ingin digunakan pada menu animations.
e.       Untuk memberikan animasi pada gambar, silahkan masukkan gambar ke slide melalui tombol insert-picturesà lalu seleksi gambar à dan pilih jenis animasi yang ingin digunakan pada menu animations

4)      Penambahan Hyperlink
Setelah semua slide lengkap dan animasi sudah ditambahkan pada slide, maka langkah selanjutnya adalah menambahkan Hyperlink pada Slide Master. Dengan Slide Master maka kita cukup membuat satu kali Hyperlink pada menu dan navigasi di semua slide.
a.        Klik menu View, pilih Slide Master.
b.      Pilihlah slide paling atas dari slide presentasi yang tersedia.
c.       Blok pada teks HOME, klik kanan lalu pilih Action à Cari tombol hyperlink to à Pilih First slide, karena Slide 1 berisi slide paling depan dari slide presentasi. Klik OK jika sudah dipilih.
d.      Untuk hyperlink pada slide SK/KD seperti berikut. Blok tombol SK/KD klik kanan lalu pilih Action à Cari tombol hyperlink to à Pilih slide… à Pilih slide 2 (karena slide 2 adalah halaman SK/ KD. Klik OK jika sudah dipilih.
e.       Dengan cara yang sama lakukan untuk menu: evaluasi dan daftar pustaka
f.       Jika semua menu sudah dibuat hyperlink-nya, maka pada bagian navigasi juga perlu ditambahkan hyperlink. Caranya, klik pada gambar navigasi ke slide sebelumnya. à  Pilih menu Insert, klik Actions.


Pilih: Hyperlink to: Previous Slide. Klik OK jika sudah selesai.


Lakukan cara yang sama untuk navigasi ke slide berikutnya. Klik OK jika sudah selesai.


g.      Terakhir, lakukan untuk tombol Close. Pilih tombol Close.

Pilih menu Insert, klik Actions. Pilih: Hyperlink to: End Show. Klik OK.

h.      Klik menu View, pilih Normal View kembali.

i.        Tekan F5 untuk melihat hasil seluruh slide presentasi yang telah dibuat
Setelah multimedia pembelajaran presentasi dengan powerpoint sudah selesai dibuat maka langkah selanjutnya adalah merekam slide tersebut menggunakan program camtasia.
2.      Cara Merekam Presentasi Ms. Power Point
d.      Setelah Camtasia sudah terinstal di computer maka secara otomatis menu Ms. Powerpoint bertambah, yakni terlihat menu toolbar add-ins seperti pada gambar dibawah ini.
e.       Pilih atau klik toolbar add-ins pada power point, maka akan muncul toolbox seperti gambar, sebelum merekam, silahkan pilih perangkat  keras  apa  saja  yang  ingin  kita  aktifkan, seperti  halnya  camera,  mikrofon  (untuk  merekam  apabila dengan tambahan suara), pilih record untuk melanjutkan proses perekaman.
f.       Pada awal masuk tampilan awal presentasi akan tampil menu Camtasia seperti gambar berikut.

g.      Sebelum mengeklik “clik to begin recording” sebaiknya untuk mengecek keadaan  perangkat  pendukung  seperti tingkat input mikrofon agar kualitas suara hasil rekaman sesuai dengan yang diharapkan.
a.       Periksa tingkat input mikrofon. Bila sudah siap, pilih Klik tombol “Clik To Begin Recordinguntuk mulai merekam.
a.       Selama perekaman  sebaiknya perekam mengontrol presentasi Powerpointnya seperti layaknya sedang mengajarkan sebuah materi pelajaran menggunakan slide powerpoint.
b.      Tekan   tombol ESC   pada   tombol   keyboard    untuk    mengakhiri perekaman PowerPoint.
c.       Setelah  tahapan  merekam  selesai  akan  dibawa  pada  tampilan gambar. Yaitu pilihan apakah akan melanjutkan merekam atau berhenti melanjutkan.
Rectangular Callout: Tombol untuk lanjut merekamRectangular Callout: Tombol untuk berhenti
d.      Apabila sudah memilih  untuk  berhenti  melanjutkan perekaman, maka akan muncul tollbar pada powerpoint seperti gambar berikut.
e.       Apabila guru ingin langsung menyimpan file video hasil rekaman maka silahkan klik tombol “produce your recording”. Tapi apabila guru ingin mengolah (mengedit) hasi rekaman tersebut sebelum diproduksi maka silahkan klik tombol “edit your recording”.
f.       Setelah memilih pilihan video hasil rekaman diproduksi atau diolah, maka bisa dilihat hasil rekaman pada aplikasi camtasia studio. video hasil rekaman tersebut dapat diolah dengan pilihan berbagai bentuk pengolahan. Bentuk pengolahan (editing) bisa berupa membuang bagian yang tidak perlu maupun mempercantik tampilan antarmuka.
Rectangular Callout: Beberapa toolbar menu editing seperti suara, callout, zoom, transition, title clip, dllRectangular Callout: Tampilan preview hasil rekaman

Rectangular Callout: Tolbar menu produksi video

Rectangular Callout: Timeline audio 

Rectangular Callout: Timeline Video


g.      Setelah proses editing selesai maka silahkan tekan tombol “Produce and share” untuk memproduksi hasil rekaman ke dalam format file video.
h.      Maka langkah selanjutnya adalah memilih format file video yang akan diproduksi. Pilih salah satu format file video sesuai dengan tujuan penggunaannya. Misalnya apabila tujuannya adalah untuk menyimpan video dalam komputer dengan kualitas gambar yang jernih maka silahkan pilih HD à format AVI.
i.        Tunggu proses produksi videonya.
j.        Selamat menggunakan hasil video rekaman tersebut sebagai media pembelajaran tutorial.

h.      Uji coba produk
Uji coba dilakukan setelah program selesai dibuat. Uji coba dilakukan melalui dua tahapan, yaitu validasi oleh ahli media pembelajaran dan uji lapangan kepada beberapa sampel ataupun calon pengguna multimedia interaktif.

Adapun contoh instrument validasi ahli multimedia interaktif adalah sebagai berikut.[5]
 
I.          Daftar Pertanyaan
No.
Kriteria
Rating
Tinggi
Sedang
Rendah
1.
Materi media terstruktur sedemikian rupa sehingga siswa menguasai keterampilan dasar sebelum mencoba keterampilan yang lebih tinggi.



2.
Materi media pembelajaran menyajikan informasi baru yang secara langsung berkaitan dengan apa yang telah diketahui siswa.



3.
Media mencantumkan SK/ KD dan indikator pembelajaran.



4.
Materi media terfokus dengan jelas pada tujuan pembelajaran.



5.
Gambar media pembelajaran yang dikembangkan jelas menggambarkan konsep materi.



6.
Teks yang digunakan di dalam media jelas dan sesuai dengan tahap penguasaan kosa kata siswa.



7.
Suara yang digunakan media sesuai dan tidak mengganggu media lain ataupun proses pembelajaran.



8.
Media dapat meningkatkan minat dan memotivasi belajar siswa.



9.
Materi media relevan dengan tujuan kurikuler dan sasaran belajar.



10.
Petunjuknya sederhana dan lengkap.



11.
Komponen-komponen media saling menguatkan materi secara positif.



12.
Soal-soal latihan dapat mengevaluasi materi media.



13.
Siswa diberikan kesempatan untuk mengulang latihan soal.



14.
Materi media bebas dari bias ras, suku, gender dan lain-lain.



15.
Media memberikan penguatan positif.




II.       Saran dan Komentar
...............................................................................................................................................................................................................................................
a.       Revisi Produk Akhir
Setelah dilakukan uji coba maka hasil uji coba tersebut akan dijadikan dasar rujukan untuk memperbaiki program secara keseluruhan.[6]

E.     Prosedur Pembelajaran Menggunakan CD Tutorial Hasil Rekaman Camtasia
Adapun langkah-langkah penggunaan media pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
1.      Kegiatan Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan ini, guru dapat menggunakan menu SK/ KD untuk memberikan motivasi kepada peserta didik. Disamping itu, bila guru ingin melakukan penyegaran ingatan siswa terhadap materi pelajaran yang lalu.
2.      Kegiatan inti
Pada kegiatan inti, guru dapat menggunakan menu ‘materi’ untuk menjelaskan dan mempresentasikan isi pelajaran. Setelah itu, guru pun melanjutkan proses pembelajaran dengan metode diskusi atau metode problem solving, dan metode lainnya yang mengajak peserta didik untuk berpikir dan bukan sekedar menghafal materi pelajaran. Untuk proses pendalaman dan penghayatan, guru dapat menggunakan gambar, musik, skema dan lain sebagainya.
3.      Kegiatan penutup
Pada kegiatan penutup guru biasanya memberikan kesimpulan, penguatan dan feed back kepada peserta didik tentang beberapa point penting yang perlu ditekankan, Kemudian menugaskan siswa untuk menjawab soal-soal latihan.
4.      Setelah Kegiatan Pembelajaran
Setelah selesai kegiatan proses pembelajaran, guru dapat mengkopy-kan video tutorial yang telah dibuatnya kepada seluruh siswa atau guru dapat mengajak siswa untuk melihat video tutorial tersebut pada website pribadinya sehingga siswa dapat memutar video tutorial tersebut secara berulang-ulang di rumahnya masing-masing.


DAFTAR RUJUKAN
 
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers, 2010.
Darmawan, Deni, Teknologi Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2011.
Miarso, Yusuf Hadi dkk., Teknologi Komunikasi Pendidikan, Jakarta: Rajawali, 1986.
Rayandra Asyhar, Kreatif  Mengembangkan Media Pembelajaran, Jakarta: Gaung Persada Press, 2011.
Uno, Hamzah B. & Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
Usman, M. Basyirudin; Asnawir, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Press, 2002.

FOOTNOTE:

[1] Yusuf Hadi Miarso dkk., Teknologi Komunikasi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali, 1986), hlm. 56.
[2] M. Basyirudin Usman; Asnawir, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 11.
[3]Hamzah B. Uno & Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 124.
[4]Rayandra Asyhar, Kreatif  Mengembangkan Media Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2011), hlm. 42-43.
                [5] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hlm. 180.
                [6] Deni Darmawan, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2011), hlm. 41-45.