Jumat, 18 Januari 2013

Penduduk Kos-Kosan Al-Amin

Dari segi ilmu tata negara, penduduk itu berarti penghuni, yah anak kosan juga bisalah dikategorikan sebagai penduduk agar lebih elegan (Pembukaannya kagak nyambung yaa? hehehe...:D)  Kos-kosan ini sebenarnya lebih tepat disebut rumah daripada kos-kosan, karena bangunannya sendiri adalah rumah rakyat biasa peninggalan para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.Yuk!! agar tidak penasaran langsung saja kenalan dengan penduduknya.
Cewek si wajah ramah ini namanya Ibu Kasiani, dia adalah pemilik kos yang sekarang menghuni kamar belakang; suaminya bernama pak Agus dan anaknya bernama Iqbal. Keramahan dan sikap simpati yang terpancar di wajahnya yang anggun memberikan nuansa kenyamanan bagi anak-anak kosan Al-Amin, apalagi beliau selepas pulang kerja cateringan sering membawa oleh-oleh makanan untuk anak-anak kosan yang ngakunya masih dalam pertumbuhan. Tapi, kami semua tau sebenarnya beliau adalah seorang ibu yang gigih bekerja di cateringan yang tidak jarang pulang tengah malam dan juga tidak lupa memperhatikan pendidikan anaknya yang sekarang sekolah di Taman Kanak-Kanak.
Kamar tengah di sebelah ruang TV atau tepatnya ruang minum Kopi dihuni oleh Mark dan Ayek. Mark adalah calon master Guru Madrasah Ibtidaiyah semester 1 yang berasal dari Lombok Tengah. Sedangkan Ayek adalah mahasiswa yang paling tua umurnya (yah kurang lebih 30 tahun),  dia jurusan Pendidikan Agama Islam semester 1, yang berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan kamar disebelahnya dihuni oleh Andi, calon Magister Bahasa Arab yang juga dari Lombok Timur. Kamar Andi sering diramaikan oleh dua temannya Jun dan Ramzi juga merupakan calon magister Pendidikan Bahasa Arab. Jun sering bermalam di kosan Al-Amin dan tidur di kamar Andi karena dia juga berasal dari Lombok Barat yang pintar mengaji dan mengawinkan Bunga Anggrek pak RT, sehingga di samping kuliah dia juga bertanggung jawab jadi bapak penghulunya anggrek dan imam Mushalla Al-Amin.
Selanjutnya kamar paling depan di huni oleh orang paling keren sejagat raya, mereka biasa memanggilnya dengan Hamdan, lengkapnya sih Hamdan Husein Batubara, calon master Guru Madrasah Ibtidaiyah semester 4 dari Padangsidimpuan Sumatera Utara. Sebelumnya kamar saya ini di huni oleh Safran, mahasiswa Calon Master Guru Madrasah Ibtidaiyah, putra Sumatera utara juga. Tapi karena dia tidak dapat jam kerja di kateringan akhirnya dia pindah ke Malang untuk membuka warung lesehan khas masakan Medan. Nah, cukup sekian dulu ya kenalannya! wassalamu 'alaikum...